Tradisi Kanduri Blang, Sangat Kental Dimasyarakat Adat Aceh Jaya

Perayaan Tradisi Adat Kenduri Blang Setahun Sekali Yang Dilakoni Masyarakat Panga,Aceh Jaya. Kamis (16/06).*

Aceh Jaya, TribunNan.Com – Petani Panga salah satu pelopor Tradisi Kanduri Blang (kenduri turun sawah) yang selalu dilakoni masyarakat kecamatan panga yang terletak dalam bagian pemerintah kabupaten Aceh Jaya, tradisi yang turun temurun diwarisi kepada generasi petani saat musim bercocok tanam tiba kawasan itu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh seluruh gampong dalam kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, guna untuk membagi rasa syukur atas rahmat allah setiap menjelang musim tanam tiba, di Balai Kanduri Blang Kecamatan setempat. Kamis (16/06/2022).

Pemerintah Aceh Jaya Menyampaikan Sambutannya Dalam Acara Tradisi Adat Kenduri Blang Di Kecamatan Panga.*

Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri, Wakil Bupati Aceh Jaya Tgk.Yusri S, Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya T.Reza Fahlevi, Kadis PURP Aceh Jaya Heri Etika, Kapolres Aceh Jaya Diwakili Kasat Binmas AKP Iswandi, Dandim 0114 Aceh Jaya yang diwakili Anggota Koramil Kecamatan Panga, Anggota DPRK Aceh Jaya Muhammadiyah, Muspika Kecamatan Panga dan Para Kepala Desa serta Tokoh Kecamatan setempat.

Tokoh pertanian Kecamatan Panga Hamidi yang juga Imum Mukim Panga Pasi menyampaikan, Petani Kecamatan Panga terus melakukan kegiatan turun temurun yang diwarisi dari para petani terdahulu, selanjutnya ia juga meminta perhatian Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terkait kendala yang dihadapi para petani setiap musim tanam dikecamatan itu.

“Kami atas nama petani kecamatan Panga sangat mengharap bantuan dan kepedulian pemerintah terhadap kendala pengairan yang selalu menjadi tantangan yang dialami oleh petani, karena irigasi yang mengairi persawahan daerah ini kurang perawatan dan selalu menjadi rebutan air dikala musim tanam,” kata Hamidi dalam sambutan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Harapannya, Pemerintah Aceh Jaya dapat melakukan perbaikan dan normalisasi bendungĀ  dan saluran jaringan pengairan irigasi panga pucok yang selama ini menjadi sumber kendala bagi petani yang menyebabkan rebutan air dikala musim nanam.

Kelompok Tani Kecamatan Panga Berbondong-Bondong Melaksanakan Acara Tradisi Adat Kenduri Blang Dikala Musim Turun Sawah Tiba.*

“Petani sangat memohon kepada pemerintah, karena persoalan irigasi bendungan pucok panga yang merupakan satu-satunya sumber air bagi kelompok pertanian kemukiman Panga pucok yang petaninya juga dari kemukiman Panga Pasi, Sangatlah kami berharap ada sumber anggaran yang disisihkan buat pemeliharaan bendungan yang sudah puluhan tahun itu didirikannya,”harap Hamidi.

Sementara, Wakil Bupati Aceh Jaya Tgk Yusri S dalam sambutannya menitip amanah tersebut kepada pejabat instansi terkait yang berhadir dalam acara itu, ia meminta kepada Dinas PUPR dan Dinas Pertanian Aceh Jaya untuk dapat memfasilitasi usulan masyarakat tani kecamatan panga, dalam memberikan kesejahteraan dibidang pertanian dan akses yang berhubungan dengan sesama stockholders.

“Kesejahteraan masyarakat itu program utama pemerintah, memberi yang terbaik diberbagai kemakmuran itu hak dari pemerintah, berkaitan dengan pertanian sebagaimana usulan masyarakat tani, sudah hadir Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas PURP dan Ada Anggota DPRK untuk dapat dikoordinasikan Pengganggrannya,” kata Wakil Bupati.

Selanjutnya, Sampai Wakil Bupati Aceh Jaya, periode pemerintahannya hanya sebentar lagi, kesejahteraan yang belum tersampaikan akan tetap dilanjutkan oleh instan terkait untuk memberikan kemakmuran terhadap rakyat Aceh Jaya, masih ada stockholders yang dapat mengkondisikan situasi ini.

“Masa periode pemerintah kami tinggal beberapa waktu lagi, dimana yang belum tercapai maka program kemakmuran ini masih bisa dilanjutkan oleh pemerintah Aceh Jaya, dan hari sudah hadir dan didengar langsung oleh stockholders pemerintahan, yang bisa melanjutkan,” pungkas Tgk Yusri.

Pang Ulee Buet Ibadat, Pang Ulee Hareukat Mugoe Sigra. Ureung Agam Meuue Blang Ureung Inoeng Jak Seumula. Keunong Siblah Tabu Jareung. Keunong Sikureung Tabu Beurata. Keunong Tujouh Pade Lam Umoeng, Keunong Limoung Blah Hasee Kaa Tabaa,” tutupnya dengan pantun Aceh.[***]

Penulis: SamsEditor: Sams