Breaking News ; Seorang Nelayan Teunom Terseret Arus, Satu Dinyatakan Hilang

Tim Pencarian Gabungan Sedang Meninjau Arus Laut Dan Penyisiran Pinggir Pantai Lokasi Kejadian.*

Aceh Jaya, Tribunnanggroe.com – Dikabarkan seorang nelayan asal Gampong Alue Ambang Kecamatan Teunom dilaporkan jatuh saat pulang melaut belum ditemukan, Berdasarkan Keterangan oleh BPKB Aceh Jaya, Kamis (25/08/2022) .

Dikabarkan 2 (dua) orang warga Alue Ambang yang bernama Nasruddin (60) dan M. Nasir (20) yang sedang pulang dari laut, boat yang mereka tumpangi dihantam ombak besar dan kemudian terseret arus, dari kejadian itu satu diantaranya dapat diselamatkan sudah dievakuasi ke Puskesmas Teunom untuk penanganan medis.

Sedangkan seorang lainnya yang nama M.Nasir (20) sedang dilakukan pencarian hingga berita ini dikeluarkan belum ada keterangan tanda-tanda ditemukan.

“Hingga saat ini sudah ditangani oleh Tim SAR dan Tagana Aceh Jaya, masih dalam proses pencarian, satu orang sudah diselamatkan dan sudah dievakuasi ke Puskesmas Teunom untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” Sebut Kalak BPBK Aceh Jaya Fajri.

Tim Pencarian Sedang Melakukan Evakuasi Korban Pertama Atas Nama Nurdin (60) Yang Berhasil Diselamatkan Dalam Insiden Itu.*

Informasi yang diterima peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.28 WIB, Anggota BPBK menerima laporan dari masyarakat perihal orang hilang tersebut, setelah menerima laporan itu pihak BPBK Aceh Jaya melakukan berkoordinasi dengan pihak terkait beserta perangkat gampong dan menuju TKP.

Ia menjelaskan pihaknya sudah menerima informasi ada korban jatuh ke laut dan menurut informasi yang terima korban merupakan warga Desa Alue Ambang Kecamatan Teunom Aceh Jaya, hingga pihaknya masih melakukan pencarian.

“BPBK sudah mengerahkan TIM dan peralatan untuk meninjau lokasi serta melakukan koordinasi dengan pihak Basarnas Meulaboh dan pihak terkait lainnya serta mendirikan posko pencarian di lokasi, dan Tim Gabungan sedang mencari dan menyisir di seputaran lokasi kejadian,”sebutnya.

Ia menambahkan saat ini di lapangan sendiri sulit dilakukan pencarian dikarenakan hujan dengan intensitas sedang mengakibatkan jarak pandang menjadi terbatas yang menjadi salah satu kendala di lapangan saat tim melakukan pencarian.

“Kondisi saat ini gelombang tinggi, hujan dengan intensitas sedang yang menjadi kesulitan bagi Tim pencarian yang tergabung bersama warga sekitar, hingga kini hujan belum reda,” jelasnya.[***]

Penulis: SamsEditor: Redaksi